Lompat ke isi utama

Berita

Sikap Bawaslu Di Tengah Pandemi Covid-19, Menurut Motivator Kana Sutrisna

sumenep.bawaslu.go.id - Sumenep. Dalam acara konsolidasi nasional yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia, motivator Kana Sutrisna pembicara acara tersebut membeberkan rahasia bijak untuk Penguatan integritas dan mentalitas dalam penegakan hukum bekal pelaksanaan pemilihan ditengah Pandemi Covid-19, Rabu (3/6/2020).

Kana menyebut Coronavirus Disease sebagai bentuk dari dunia VUCA yang hari ini lahir kembali berbentuk wabah. dalam buku karangan Bob Johansen yang berjudul Leader Make The Future, dijelaskan Dunia VUCA awalnya dikenal didunia militer.

Apa itu Vuca?

Sebuah singkatan dari Volatility perubahan yang sangat cepat. Uncertainty tidak ada kepastian kapan selesainya, meski diterapkan PSBB tidak dapat diprediksi akhir masalah tersebut. Complexity pernyataan datang secara bersamaan, sehingga kabar menjadi kalangkabut, sulit membedakan antara yang benar dan salah. Terahir yaitu Ambiquity sehingga yang terjadi ketidak jelasan dari semuanya.

“Saya punya pemikiran, sebesar dan sekecil apapun masalahnya, harus dihadapi dengan ketenangan,” tegas Kana di depan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Bagaimana mensikapi VUCA?
VUCA harus dilawan dengan VUCA, pernyataan singkat Kana yang membingungkan.

Selanjutnya dengan rinci motivator peraih Rekor Muri itu menjelaskan bahwa VUCA yang dimaksud adalah Vision (visi), Understanding (pemahaman), Clarity (kejernihan pikiran), dan Agility (kelincahan).

“Di tengah kondisi Pandemi seperni ini, kita dituntut menjadi orang lincah, jika anda bersembunyi dirumah terus menerus maka jiwanya bisa dihinggapi penyakit Paranoid (ketakutan yang berlebihan). Dengan modal keempat unsur tersebut maka kita akan tetap tenang dan lincah sebagai Pengawas Pemilu,” katanya.

Tidak berhenti disitu, kemudian Kana menjabarkan unsur Agility atau kelincahan. Pertama berupa People Agility : lincah secara karakter kepribadian, lincah untuk terus berihtiyar mencari solusi, sebab solusi tidak pernah habis selama kita mau berusaha.

Kedua Change Agility : lincah melakukan perubahan, membuat percobaan atau exsperimen untuk sebuah perubahan. Ketiga Result Agility: lincah mendapat hasil, himpitan ekonomi akibat pandemi bukan masalah besar kalau kita menerapkan yang ketiga ini, karena tetap berusaha meski melalui online. empat Mental Agility : kemampuan berfikir jernih. Terahir Learning Agility : orang terus belajar dan belajar.

“Masalah yang besar diawali masalah kecil. Yang menjadi masalah bukan karena besar kecilnya, tapi bagaimana kita menyelesaikan masalah, Bagaimana masalah bisa selesai kalau kita hanya merenung dan ketakutan,” imbuhnya.

(Humas Bawaslu Sumenep)

Tag
Berita
Publikasi