Lompat ke isi utama

Berita

Semangat Juang Panwaslu Desa Sakala Dalam Mengawal Penegakan Keadilan Pemilu Di Sumenep

sumenep.bawaslu.go.id - Sumenep. Tugas Panwaslu Desa (PD) sebagai ujung tombak pengawasan tidak lah mudah. Seperti Perjuangan salah satu PD di Kecamatan Sapeken yang harus rela berjuang menerjang gelombang laut dalam menempuh perjalanan Ke Panwaslu Kecamatan.

Ia adalah Fauzan seorang Panwaslu Desa (PD) Sakala pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Tahun 2020. Demi Tanggung jawabnya dia harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu tradisional selama 7 Jam.

Saat ditanya memotivasi nya menjadi Pengawas Pemilu, Fauzan dengan Tegas menjawab, ia ingin mejadi bagian dari keluarga besar Bawaslu demi mengakkan keadilan Pemilu.

”Saya ingin menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu Sumenep melalui Panwaslu Desa Sakala dan siap mengabdikan diri melakukan pengawasan demi menegakkan keadilan Pemilu, meski saya tahu perjuangan itu tidaklah mudah” Jelas Fauzan saat ditanyai tentang motivasi nya.

Pria berusia 32 (Tiga Puluh Dua) Tahun yang sudah 6 kali mengabdi sebagai Panwaslu Desa, turut menceritakan bahwa untuk tiba di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Sapeken, dimana dalam perjalanannya dia harus melewati desa Pagerungan Besar yang juga merupakan desa bagian Kepulauan Sapeken.

Sepetinya halnya kegiatan Bimtek yang diselenggarakan Bawaslu Sumenep di Kecamatan Kangayan, Fauzan memerlukan waktu 4 Hari untuk mengikuti acara tersebut yang tidak lain motivasi dirinya adalah demi mensukseskan Pilkada di Kota keris hususnya di Desa Sakalah.

Saat ditanya berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tiba di sekretariat Panwascam, dia terkesan tidak ingin menyebut Nominal biaya yang harus dikeluarkan.”Lumayan besar Pak, tapi Untuk sebuah pengabdian, berapapun biaya yang harus dikeluarkan akan saya relakan itu” Jawab nya.

Namun informasi dari PD lainnya Fauzan harus mengeluarkan Rp. 50.000 untuk perjalanan dari Sakalah ke Sapeken, lain uang makan dll.

Dalam Wawancara yang berlangsung selama 30 (Tiga Puluh) Menit, Fauzan juga berkomitmen siap menjaga Amanah undang-undang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep 9 Desember mendatang.

“Saya akan mengawal dengan sungguh-sungguh setiap proses dan tahapan” ucapnya dengan penuh semangat.

Ternyata perjuangan Fauzan tidak hanya sampai disitu, dia harus menghadapi kondisi tidak ada jaringan internet. Dalam menuanaikan tugasnya Fauzan harus menaiki mercusuar dengan jarak 25 KM dari rumahnya.

“Ketika mau setor laporan pengawasan, saya pergi ke mercusuar yang jaraknya lumayan jauh, butuh 25-30 menit perjalanan kesana,” katanya.

(Humas Bawaslu Sumenep)

Tag
Berita
Pengawasan
Pilkada 2024
Publikasi