Perjuangan Seorang Ibu Dalam Menegakkan Keadilan Pemilu
|
sumenep.bawaslu.go.id - Sumenep. "Tidak ada alasan untuk berhenti berjuang, Keadilan harus terus ditegakkan," Kata seorang ibu yang tiada gengsi dan letih dalam menunaikan tugas menjadi Pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep Tahun 2020.
Dia adalah Suci Nur Nolizah (39), Panwaslu Desa Gapurana Kecamatan Talango. Dalam melakukan pengawasan, sambil lalu menggendong buah hatinya yang masih berusia 7 bulan.
Betapa besar jasa-jasa ibu, mencari nafkah sambil tetap menjaga anak. Tak peduli lelah dan letih, kebutuhan anak tetaplah yang utama baginya. Perjuangan dalam mengarungi kehidupan memang berat, namun demi sang buah hati, sekeras apapun hidup akan tetap dijalani oleh seorang ibu.
Tidaklah sedikit yang menjadi wilayah pengawasannya. "Di Desa Gapurana terdapat 14 dusun yang harus saya awasi, yaitu 1. Pangloros, 2. Pangdagang, 3. Somor Alem 1, 4. Somor Alem 2, 5. Gapurana Daya, 6. Gapurana Laok, 7. Saroan Daya, 8. Saroan Laok, 9. Beringinan, 10. Jubluk Barat, 11. Jubluk Temor, 12. Palasa, 13. Taroman, 14. Bunis," katanya sambil tersenyum.
Pihaknya juga menceritakan sulitnya mencari Pengawas TPS, karena minimnya pendaftar. Rata-rata calon PTPS tidak mau bergabung lantaran bayaran yang di dapat tidak sebanding dengan kerja kerasnya mengawasi proses pemungutan suara.
"Saya tiada henti melakukan sosialisasi dengan para stakeholder dan memberikan pemahaman terhadap calon bahwa pengawasan di Tempat Pemungutan Suara Pilkada 2020 tidaklah sama dengan Pemilu tahun 2020," ungkapnya.
Saat ditanya motivasinya, ibu tiga anak itu dengan ramah menjawab ingin terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. "Ingin ikut serta mensukseskan Pilkada Tahun 2020 melalui Pengawas Desa. Pada pelaksanaan Pemilu 2019 saya berkiprah di PPS dan Alhamdulillah sekarang bisa bergabung dengan Bawaslu,". Pungkasnya di ahir wawancara.
(Humas Bawaslu Sumenep)