Lompat ke isi utama

Berita

Ely: Peran Digital, Tantangan Penyelenggaraan Pilkada Di Masa Pandemi

Sumenep.bawaslu.go.id – Surabaya. Penyelenggaraan Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 menimbulkan sejumlah tantangan, termasuk tantangan dimensi digital.

Dalam forum Webinar Nasional dengan tema ”Tantangan Penyelenggaraan Pilkada Di Masa Pandemi Covid 19 “ yang diselenggarakan oleh Network For Indonesia Democracy Society (Netfid) Jawa Timur, Nur Elya Anggraini, Kordiv Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar Lembaga (Humas Hubal) Bawaslu Provinsi Jawa Timur mengulas terkait tantangan digital yang dihadapi penyelenggara Pemilu, Sabtu, (18/07/2020).

Webinar nasional itu disiarkan melalui Zoom Meeting, dan diikuti oleh 140-an peserta termasuk Bawaslu Sumenep.

Menurut perempuan yang biasa dipanggil Ely ini, mengungkapkan “Karena musimnya Pandemi sehingga sebagian kegiatan kepemiluan diarahkan ke bentuk digital, dan itu juga terdapat tantangan”, jelas Ely.

Tantangan digital, diantaranya: Pertama, Asupan informasi harus berdasarkan fakta, bukan hoaks. Menurut catatan Kominfo, sebulan jelang Pemilu 2019, jumlah hoaks meningkat tajam. Ini perlu kita waspadai jelang Pilkada tahun 2020 ini. Hoaks tentang pandemi juga banyak.

Kedua, Kesenjangan infrastruktur digital. Terdapat kesenjangan 82 juta lebih hak pilih yang belum terpapar infrastruktur digital, di Pulau Jawa sendiri terdapat 55%.

Ketiga, Ketimpangan informasi. Bagaimana kita sama-sama menjawab ketimpangan informasi digital berbasis internet. Media pun tidak bisa dibebaskan begitu saja, bisa membuat kesenjangan calon kaya dan tidak, agar informasi bisa mendudukan secara setara.

Keempat, Ironi popularitas. Karena berbasis digital, maka dimensi popularitas hanya akan dijawab dengan image, yang akan mengkompensasikan dengan akseptabilitas calon.

Ely juga menambahkan, tugas penyelenggara terkait digital, bagaimana bisa memberikan edukasi dan literasi yang baik, agar bisa terhindar dari hal-hal tadi, jelasnya.

Ketika masa kampanye, calon akan banyak menggunakan digital, sehingga perlu literasi dari dua sisi, baik sisi peserta maupun pemilih, dan perlunya saring sebelum sharing, jelas Ely lagi.

Melalui acara Webinar nasional itu Ely mengajak untuk perangi hoaks dan politik uang, menurutnya, pemimpin yang lahir karena serangan fajar, kelak akan menjadi pasar.

(Humas Bawaslu Sumenep)

Tag
Berita
Publikasi