Bawaslu Sumenep: Jangan Sampai Ada Cluster Baru Covid-19 Pada Pilkada 2020
|
sumenep.bawaslu.go.id - Sumenep. Bawaslu sumenep menghadiri acara Ruang Pilkada Jendela Demokrasi Indonesia, dengan tema Menghindarkan Pilkada sebagai Cluster Baru Covid-19, yang diadakan oleh TV 9 Nusantara bertempat di Jl. Jl. Raya Darmo No. 96 Surabaya-Indonesia.
Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris, SH dan Rafiqi, S.HI, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sumenep, hadir sebagai Pembicara pada acara televesi yang ditayangkan secara langsung di channel TV9 Nusantara.
Acara tersebut dipandu langsung oleh Host Syifa Fauzia, wanita yang kala itu mengenakan pakaian batik itu melayangkan beberapa pertanyaan kepada dua narasumber, diantaranya?
“Tahapan Pendaftaran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah telah di tutup, melihat proses pendaftaran kemarin menjadi bukti Betapa sulitnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19, Bagaimana evaluasi tahapan pendaftaran untuk Sumenep?,” kata Syifa Fauzia selaku moderator.
Merespon pertanyaan tersebut Anwar Noris menuturkan bahwa Pada saat pra pendaftran KPU sumenep telah melaksanakan simulasi Pendaftaran Bakal Pasangan Calon, dikesempatan itu Bawaslu menyampaikan kepada partai pengusung untuk tetap memenuhi protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah, dan juga UU Pilkada pada PKPU No.6 Tahun 2020.
Hal senada juga disaampaikan oleh Rafiqi, KPU Sumenep sejak awal telah mewanti-wanti kepada Pasangan Calon melalui LO agar tetap mematuhi protokol Kesehatan. “pada hari pelaksnaan KPU Sumenep membatasi 25 orang yang boleh memasuki area pendaftaran,” katanya.
Kemudian Syifa melanjutkan pertanyaan kedua, mengenai pernyataan presiden bahwa jangan sampai pelaksanaan Pilkada serentak ini menambah Cluster baru. bagaimana Penyelenggara Pilkada di Sumenep menanggapinya?
“Tentunya hal itu butuh kesadaran seluruh pihak, tidak semata-mata hanya penyelenggara yang mengingatkan, akan tetapi seluruh stakeholder memiliki kesadaran untuk mematuhi Protokol kesehatan tersebut. Tentu kita sebagai penyelenggara pun juga tidak menginginkan muncul Cluster baru yang disebabkan ketidak patuhan dari pelaksana, Pasangan calon, para pendukung, dan juga seluruh masyarakat Sumenep,” Jawab Anwar Noris.
Di ahir acara, KPU Sumenep memberikan closing statement, bahwa pemilihan serentak ditengah pandemi membuat konsentrasinya tidak hanya pada penyelenggara tapi seluruh tokoh masyarakat serta instansi pemerintah agar mendukung penuh dalam hal mendisiplinkan masyarakat dalam keselamatan dan kesehatan.
“KPU sebagai agen sosialisasi pelaksanaan pemilihan ini juga harus menjadi agen sosialisasi pola hidup sehat di tengah pandemi,” kata Rafiqi.
(Humas Bawaslu Sumenep)