Lompat ke isi utama

Berita

4 Jam PKD Goa-Goa Terdampar Di Tengah Laut

sumenep.bawaslu.go.id - SUMENEP. Belasan penumpang panik saat perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba mati di antara Perairan Tonduk dan Polo, salah satu diantara penumpang adalah Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) Goa-Goa yang hendak pulang ke rumah setelah mengikuti sosialisasi Alat Kerja Pengawasan penyusunan daftar pemilih di Kantor Panwaslu Kecamatan Raas.

Desa Goa-Goa merupakan salah satu desa yang terpisah dari kepulauan Raas. Jarak tempuh yang dibutuhkan menuju kecamatan kurang lebih sekitar 1.30 jam.

PKD itu bernama Andi Fatah Wali, pemuda berusia 34. Dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2024 pria tersebut sebagai ujung tombak pengawasan di kepulauan Desa Goa-Goa.

Dari hasil keterangan yang didapatkan oleh Humas Bawaslu Kabupaten Sumenep, Hari Senin, 20 Februari 2023 Andi menghadiri Undangan Panwascam Raas untuk mengikuti sosialisasi Alat Kerja Pengawasan Penyusunan Daftar Pemilih.

Dari rumah menuju kecamatan bapak dari dua anak itu menumpangi perahu kecil yang menjadi alat transportasi masyarakat daerah kepulauan, berangkat jam 05.00 WIB menuju Kecamatan Raas dan sampai di Raas Jam 07.30 WIB dan langsung mengikuti acara Sosialisasi AKP Penyusunan Daftar Pemilih,

Sosialisasi selesai tepat Pukul 11.00 WIB. Andi hendak pulang ke rumah menaiki perahu dengan jadwal pemberangkatan pukul 13.30 WIB.

Dalam perjalanan pulang, sekitar jam 14.00 WIB perahu tiba-tiba mati, Kapal tersebut terombang-ambing ombak di tengah luasnya samudera selama kurang lebih 4 jam, perahu berpenumpang 14 orang dewasa dan 2 anak kecil.

Sekitar 1 jam awak perahu berusaha memperbaiki mesin dan dibantu penumpang lainnya, namun mesin tak kunjung hidup. Kemudian penumpang bersepakat untuk menepi ke pulau terdekat yang tidak berpenghuni (pulau tersebut berada di antara Kec. Talango, Desa Tonduk dan Desa Goa-goa).

Harapan besar penepian perahu tersebut terhadap hembusan angin yang pada saat itu anginnya agak kencang, sehingga sedikit demi sedikit bisa membawa perahu tersebut ke daerah pulau yang tidak berpenghuni tersebut.

Alhamdulillah… Pujian syukur yang disampaikan oleh Andi Fatah Wali, perahu tidak sampai menepi ke pulau, mesin samping perahu bisa hidup dan bisa digunakan sebagai mesin alternatif, meskipun jalannya perahu tersebut kurang normal.

“Pada jam 17.30 WIB perahu tersebut bisa bersandar di Pelabuhan Desa Goa-goa, meski perjalanan penuh dengan kecemasan dan kekhatiran. Jam 20.00 saya sudah sampai dirumah dan bisa jumpa lagi dengan keluarga kami pak”, Pungkas cerita yang disampaikan oleh Andi Fatah Wali Pengawas Kelurahan Desa Goa-goa.

 

AL (Humas_Bawaslu_Sumenep)

 

 

Tag
Berita
Humas Bawaslu Sumenep
Pemilu 2024
Pengawasan
Publikasi