Totok Haryono Serukan Pengawas Pemilu Jadi Motor Konsolidasi Demokrasi
|
Anggota Bawaslu RI, Totok Haryono, mengajak jajaran pengawas pemilu untuk aktif memperkuat konsolidasi demokrasi dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan Bawaslu Jawa Timur, Rabu (11/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Totok menegaskan bahwa pengawas pemilu memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia mendorong seluruh jajaran pengawas untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga aktif membangun kesadaran demokrasi bersama masyarakat.
Menurutnya, konsolidasi demokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi publik. Hal ini penting agar demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran kolektif masyarakat.
Totok juga menekankan bahwa momentum Ramadan melalui program Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai demokrasi. Ia menyebut pengawas pemilu memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional dalam memastikan proses demokrasi berjalan sesuai prinsip keadilan dan integritas.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Dengan keterlibatan aktif pengawas pemilu dan masyarakat, kesadaran demokrasi diyakini akan tumbuh secara bertahap.
Bawaslu sendiri menjadikan kegiatan Ngabuburit Pengawasan sebagai bagian dari strategi edukatif untuk memperkuat pengawasan berbasis masyarakat serta konsolidasi demokrasi di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap pengawas pemilu semakin solid dalam mengawal demokrasi, sekaligus mendorong masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu di Indonesia.