Kepala Kemenag Sumenep Ingin Santri Tumbuh Religius Sekaligus Sadar Demokrasi
|
SUMENEP — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, KH. Abdul Wasid, menegaskan pentingnya membentuk santri yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang baik.
Hal itu disampaikan dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenag Sumenep dan Bawaslu Sumenep terkait pendidikan demokrasi di madrasah dan pesantren, Selasa (10/3/2026).
Menurut Abdul Wasid, integrasi nilai-nilai demokrasi dengan pendidikan agama menjadi langkah strategis dalam memperkuat karakter generasi muda di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Madrasah dan pesantren harus mampu melahirkan generasi yang religius sekaligus memiliki kesadaran demokrasi. Ini penting agar mereka tidak hanya memahami agama, tetapi juga mampu hidup dalam tatanan masyarakat yang adil dan demokratis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan demokrasi yang berbasis nilai keagamaan dinilai efektif dalam membentuk sikap moderat, toleran, serta bertanggung jawab.
“Demokrasi tidak bisa dilepaskan dari nilai moral. Pendekatan keagamaan menjadi kunci untuk menanamkan prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kerja sama tersebut, Kemenag Sumenep akan mendorong pelaksanaan program edukasi kepemiluan, literasi politik, serta penguatan nilai kebangsaan di lingkungan madrasah dan pesantren.
Abdul Wasid menilai, sinergi dengan Bawaslu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.
Ia berharap, lembaga pendidikan keagamaan di Sumenep dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas di tengah masyarakat.
@Humas Bawaslu Sumenep